{"id":2228,"date":"2024-08-25T17:00:44","date_gmt":"2024-08-25T09:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/thehopemessage.com\/?p=2228"},"modified":"2024-08-25T17:01:43","modified_gmt":"2024-08-25T09:01:43","slug":"ulasan-bahan-khotbah-rcl-yohanes-651-58","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/2024\/08\/25\/ulasan-bahan-khotbah-rcl-yohanes-651-58\/","title":{"rendered":"Ulasan Bahan Khotbah RCL: Yohanes 6:51-58"},"content":{"rendered":"<p>Ditulis oleh AAS.<\/p>\n<p>6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.&#8221;<\/p>\n<p>6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: &#8220;Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.&#8221;<\/p>\n<p>6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.<br \/>\n6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.<br \/>\n6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.<br \/>\n6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.<br \/>\n6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.<br \/>\n6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.&#8221;<\/p>\n<p>*A. Konteks*<\/p>\n<p>Konteks terdekat Yohanes 6:51-58 adalah perikop Yohanes 6:25-59 yang diberi judul \u201cRoti hidup\u201d (TB1) atau \u201cRoti kehidupan\u201d (TB2).<\/p>\n<p>Selanjutnya, konteks perikop Yohanes 6:51-58 adalah keseluruhan pasal 6.<\/p>\n<p>Yohanes 6:1-15 \u201cYesus memberi makan lima ribu orang\u201d<br \/>\nYohanes 6:16-21 \u201cYesus berjalan di atas air\u201d<br \/>\nYohanes 6:22-24 \u201cOrang banyak mencari Yesus\u201d<br \/>\nYohanes 6:25-59 \u201cRoti kehidupan\u201d<br \/>\nYohanes 6:60-66 \u201cBanyak murid mengundurkan diri\u201d<br \/>\nYohanes 6:67-71 \u201cPengakuan Petrus\u201d<\/p>\n<p>Episode \u201cRoti Kehidupan\u201d itu adalah lanjutan dari episode mukjizat \u201cYesus memberi makan 5.000 orang\u201d dan lanjutan itu dapat ditafsirkan sebagai refleksi atas mukjizat tersebut karena Yohanes kemudian berbicara tentang Yesus sebagai roti kehidupan.<\/p>\n<p>Mukjizat atas roti jasmaniah itu adalah \u201ctanda\u201d (Yun. semeion) bagi roti rohaniah (Yesus) yang memberi kehidupan kekal.<\/p>\n<p>Selain menjadi refleksi atas mukjizat \u201cYesus memberi makan 5.000 orang\u201d itu, Yohanes 6:52-58 juga tampaknya adalah refleksi lebih lanjut dari refleksi sebelumnya (ay. 25-51).<\/p>\n<p>Hal itu tampak dari sejumlah kesejajaran antara bagian Yohanes 6:52-58 dan bagian refleksi sebelumnya (ay. 25-51).<\/p>\n<p>Dalam hal ini, ayat 51 lebih tepat untuk dimasukkan ke bagian sebelumnya, bukan ke Yohanes 6:51-58 seperti yang dilakukan tim RCL untuk bahan khotbah Minggu ini.<\/p>\n<p>Namun, sebagai bahan khotbah, ayat 51 tetap perlu dibacakan karena ayat itu menjadi dasar plesetan ala Yohanes di ayat 52.<\/p>\n<p>*B. Plesetan ala Yohanes*<\/p>\n<p>6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.&#8221;<br \/>\n6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: &#8220;Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.&#8221;<br \/>\n6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.<\/p>\n<p>Sebagaimana tampak di atas, ayat 52 mengenai \u201cdaging\u201d (harfiah) adalah plesetan dari \u201cdaging\u201d (metafora, kiasan) dari ayat 51.<\/p>\n<p>Tokoh \u201corang Yahudi\u201d salah paham mengenai \u201cdaging\u201d (metafora) yang diucapkan Yesus di ayat 51.<\/p>\n<p>Mereka memahaminya sebagai daging beneran (harfiah).<\/p>\n<p>Selanjutnya, berdasarkan salah paham di ayat 52 itu, tokoh Yesus menjelaskan lebih lanjut perihal \u201cdaging\u201d (metafora) itu di ayat selanjutnya (ay. 53-58).<\/p>\n<p>Teknik plesetan atau kesalah-pahaman itu adalah gaya sastra khas Yohanes dalam mengembangkan dialog-dialog tokoh Yesus dan lawan bicaranya.<\/p>\n<p>Satu plesetan yang populer, misalnya, adalah tentang \u201cdilahirkan kembali\u201d:<br \/>\nYesus berbicara dalam level rohaniah (metafora), tetapi Nikodemus salah paham dan mengartikannya dalam level jasmaniah (harfiah).<\/p>\n<p>Pada gilirannya, kesalahpahaman Nikodemus itu \u201cberguna\u201d untuk tokoh Yesus berbicara lebih lanjut mengenai isu Kelahiran Kembali (born again) itu.<\/p>\n<p>Jadi, dialog-dialog Yesus di Injil Yohanes adalah karangan para penulisnya sendiri untuk menyampaikan kesaksian iman mereka tentang Yesus.<\/p>\n<p>*C. Karakterisasi tokoh cerita: \u201corang Yahudi\u201d*<\/p>\n<p>Dalam percakapan Yesus di Yohanes 6:25-71, ada 4 tokoh cerita yang menjadi lawan bicara-Nya.<\/p>\n<p>1. Tokoh \u201corang banyak\u201d (ay. 25-40)<br \/>\n2. Tokoh \u201corang Yahudi\u201d (ay. 41-59)<br \/>\n3. Tokoh \u201cmurid-murid Yesus (bukan kelompok 12) (ay. 60-66)<br \/>\n4. Tokoh \u201cdua belas murid Yesus\u201d (ay. 67-71)<\/p>\n<p>Sama seperti dalam bahan khotbah minggu lalu (Yoh. 6:41-51),<br \/>\ndalam bahan khotbah minggu ini, Yohanes 6:51-58,<br \/>\nYesus juga (masih) bercakap-cakap dengan tokoh kedua, yaitu \u201corang Yahudi\u201d.<\/p>\n<p>6:41 Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: &#8220;Akulah roti yang telah turun dari sorga.&#8221;<br \/>\n6:42 Kata mereka: &#8220;Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapa-Nya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?&#8221;<\/p>\n<p>6:49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.<\/p>\n<p>6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: &#8220;Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.&#8221;<\/p>\n<p>6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati.<\/p>\n<p>Berdasarkan sejumlah cuplikan dari Yohanes 6 itu, Yohanes tampaknya sengaja menggambarkan tokoh \u201corang Yahudi\u201d secara negatif.<\/p>\n<p>Pertama-tama, mereka disebut \u201corang Yahudi\u201d (ay. 41, 52) seakan-akan Yesus dan kedua belas murid-Nya bukan orang Yahudi.<\/p>\n<p>Tampaknya di luar dunia cerita, jemaat Yohanes sudah memisahkan diri dari jemaat Yahudi sehingga mereka sudah merasa berbeda dan bisa menyebut pihak lain itu sebagai \u201corang Yahudi\u201d.<\/p>\n<p>Pada gilirannya, mereka merasa Yesus ada di pihak mereka sehingga tokoh cerita \u201cYesus\u201d pun dibedakan dari tokoh \u201corang Yahudi\u201d di dunia cerita Injil Yohanes.<\/p>\n<p>Kedua, tokoh \u201corang Yahudi\u201d itu digambarkan sebagai kelompok orang yang hanya mampu memahami Yesus pada level jasmaniah atau sosial dan gagal memahami Yesus pada level rohaniah atau teologis (ay. 42, 52).<\/p>\n<p>Ketiga, nenek moyang mereka disebut \u201cnenek moyangmu\u201d (ay. 49, 58) seakan-akan Yesus dan kedua belas murid-Nya memiliki nenek moyang yang berbeda (tersirat: \u201cnenek moyang-Ku\u201d).<\/p>\n<p>Keempat, \u201cnenek moyangmu\u201d bahkan diberi konotasi negatif sebab perihal mereka sudah mati diucapkan berkali-kali (ay. 49, 58) sehingga makna \u201cmati\u201d bukan sekadar mati biologis, melainkan mati teologis, yaitu tidak mengalami \u201ckehidupan kekal dan abadi\u201d seperti yang akan dialami oleh mereka yang makan Roti Kehidupan.<\/p>\n<p>Kelima, tokoh \u201corang Yahudi\u201d yang bersungut-sungut dan bertengkar itu (ay. 41, 52) mengungkapkan kesamaan mereka dengan \u201cnenek moyang mereka\u201d yang sudah mati itu (Kel. 15:24; 16:2; 17:1-7).<\/p>\n<p>Jadi, perihal bersungut-sungut dan bertengkar adalah bagian dari teknik karakterisasi Yohanes agar karakter \u201corang Yahudi\u201d itu sama dengan karakter \u201cnenek moyang mereka\u201d.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, nasib yang akan dialami tokoh \u201corang Yahudi\u201d di Yohanes 6 itu tampaknya tidak akan berbeda dari nasib \u201cnenek moyang mereka\u201d, yaitu mati dan tidak mengalami kehidupan kekal dan abadi karena mereka menolak Yesus sebagai Roti Kehidupan yang diturunkan Allah dari Surga.<\/p>\n<p>*D. Kesejajaran antara Yohanes 6:52-58 dan bagian sebelumnya*<\/p>\n<p>*D.1. Makan dan minum \/\/ datang dan percaya*<\/p>\n<p>Perihal \u201cmakan dan minum\u201d (ay. 53-58) tampaknya memiliki kesejajaran dengan perihal \u201cdatang dan percaya\u201d di ayat 35.<\/p>\n<p>6:35 Kata Yesus kepada mereka:<br \/>\n&#8220;Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi,<br \/>\ndan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.<\/p>\n<p>Yang makan \/\/ yang datang &#8212; tidak akan lapar lagi.<br \/>\nYang minum \/\/ yang percaya &#8212; tidak akan haus lagi.<\/p>\n<p>Perbedaannya ada pada metafora untuk Yesus, yaitu Roti Kehidupan dan \u201cdaging dan darah\u201d.<\/p>\n<p>Jadi, \u201cmakan daging dan minum darah Yesus\u201d dalam bagian ini sama halnya dengan \u201cdatang dan percaya kepada Roti Kehidupan\u201d dalam bagian sebelumnya.<\/p>\n<p>*D.2. Makan dan minum \/\/ melihat dan percaya*<\/p>\n<p>Perihal \u201cmakan dan minum\u201d (ay. 53-58) tampaknya juga memiliki kesejajaran dengan perihal \u201cmelihat dan percaya\u201d di ayat 40.<\/p>\n<p>6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.&#8221;<\/p>\n<p>Jadi, mereka yang \u201cmakan daging dan minum darah Yesus\u201d itu sama halnya dengan mereka yang \u201cmelihat dan percaya Sang Anak\u201d.<\/p>\n<p>*D.3. Akibatnya: hidup kekal dan abadi*<\/p>\n<p>Sebagaimana terlihat pada dua contoh di atas, kesejajaran juga tampak pada kesamaan \u201cakibatnya\u201d.<\/p>\n<p>Di Yohanes 6:35, mereka yang datang dan percaya kepada Roti Kehidupan itu tidak akan lapar dan haus lagi; ungkapan \u201ctidak akan lapar dan haus lagi\u201d bisa dimaknai terlepas dari ancaman kematian.<\/p>\n<p>Mereka yang terbebas dari ancaman kematian akan mengalami hidup kekal dan abadi, termasuk akan dibangkitkan pada Akhir Zaman (6:40).<\/p>\n<p>Hal yang sama atau \u201cakibat\u201d yang sama juga akan dialami oleh mereka yang makan daging dan minum darah Yesus, yaitu mengalami hidup kekal dan abadi, termasuk akan dibangkitkan pada Akhir Zaman (6:53, 54).<\/p>\n<p>*D.4. Kesimpulan*<\/p>\n<p>Berdasarkan beberapan kesejajaran dan kesamaan \u201cakibat\u201d itu, bagian Yohanes 6:52-58 tampaknya adalah refleksi lebih lanjut dari refleksi sebelumnya (ay. 25-51) atas \u201ctanda\u201d (mukjizat) pemberian makan 5.000 orang di awal pasal 6 ini.<\/p>\n<p>Penulis bagian ini (6:52-58) mungkin penulis yang sama dan mungkin juga penulis yang berbeda dari penulis bagian sebelumnya (ay. 25-51).<\/p>\n<p>Hal yang agak pasti adalah bagian ini tampaknya ditulis pada tahap yang lebih kemudian, lalu \u201cdisisipkan\u201d atau \u201cditambahkan\u201d ke bagian sebelumnya (ay. 25-51).<\/p>\n<p>Bagian sebelumnya itu berbicara tentang Yesus sebagai Roti Kehidupan yang turun dari Surga dan mereka yang memakannya tidak akan mati, tidak seperti manna yang dimakan nenek moyang orang Yahudi dan mereka mati (ay. 48-51).<\/p>\n<p>Bagian ini (6:52-58) berbicara tentang makan daging dan minum darah Yesus, tetapi kemudian ditutup pada ayat 58 dengan ucapan yang serupa dengan ayat 48-51 itu, yaitu kembali lagi berbicara tentang roti dan manna.<\/p>\n<p>6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.&#8221;<\/p>\n<p>Mengapa kembali ke metafora \u201croti\u201d lagi di ayat 58?<\/p>\n<p>Mungkin supaya bagian tambahan yang memuat metafora \u201cdaging dan darah\u201d (ay. 52-57) tampak lebih menyatu ke bagian sebelumnya.<\/p>\n<p>Bagian tambahan atau sisipan itu \u201cdipeluk\u201d dalam struktur inklusio oleh bagian terdahulu (ay. 25-51) dan ayat penutupnya (ay. 58).<\/p>\n<p>*E. Dari metafora \u201croti dan daging\u201d beralih ke metafora \u201cdaging dan darah\u201d*<\/p>\n<p>6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.&#8221;<br \/>\n6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: &#8220;Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.&#8221;<br \/>\n6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.<\/p>\n<p>Bagian Yohanes 6:52-57 tampaknya ditulis oleh penulis yang berbeda atau ditulis pada tahapan yang berbeda karena isinya berbeda dari bagian sebelumnya.<\/p>\n<p>Untuk kepentingan penafsiran, Yohanes 6:51 sebaiknya dikelompokkan ke bagian sebelumnya, yaitu 6:48-51 atau 6:41-51 seperti yang dilakukan tim RCL untuk bahan khotbah minggu lalu.<\/p>\n<p>Jika Yohanes 6:51 dikelompokkan ke bagian sebelumnya itu, \u201croti dan daging\u201d Yesus di ayat itu tampaknya merujuk ke roti dan daging yang diberikan Allah kepada Israel-lama dalam Eksodus pertama (Kel. 16:12).<\/p>\n<p>16:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:<br \/>\n16:12 &#8220;Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.&#8221;<\/p>\n<p>Jadi, dalam konteks Eksodus kedua bagi Israel-baru, Yesus adalah roti dan daging yang dianugerahkan Allah.<\/p>\n<p>Itulah konteks yang lebih cocok untuk Yohanes 6:51.<\/p>\n<p>Namun, untuk kepentingan khotbah Minggu ini, tidak ada salahnya juga Yohanes 6:51 itu dibacakan sebab ayat itu berguna untuk beralih ke topik yang berbeda melalui teknik plesetan atau kesalah-pahaman yang biasa digunakan Yohanes dalam mengembangkan dialog Yesus.<\/p>\n<p>Di ayat 52, tokoh \u201corang Yahudi\u201d sengaja dibuat salah paham terhadap ucapan Yesus di ayat 51 itu supaya tokoh \u201cYesus\u201d mendapat kesempatan untuk pindah pembicaraan ke topik \u201cmakan daging dan darah Yesus\u201d di ayat 53-57.<\/p>\n<p>Nah, sekarang persoalannya adalah bagaimana memaknai metafora \u201cmakan daging dan darah Yesus\u201d itu?<\/p>\n<p>Menurut sy, metafora \u201cmakan daging dan darah Yesus\u201d itu merujuk ke ritual \u201cperjamuan khusus\u201d (\/\/perjamuan kudus) dan ke metafora Anak Domba Paskah.<\/p>\n<p>Jadi, Yohanes 6:52-57 ini tampaknya memiliki dua rujukan sekaligus.<\/p>\n<p>*F. Dua rujukan untuk Yohanes 6:52-57*<\/p>\n<p>*F.1. Ritual \u201cperjamuan khusus\u201d di jemaat awal*<\/p>\n<p>Di jemaat awal tampaknya sudah ada ritual \u201cperjamuan khusus\u201d untuk memperingati kematian Yesus dengan \u201croti dan anggur\u201d seperti diungkapkan Paulus dalam 1Korintus 11:23-26.<\/p>\n<p>Di dunia cerita Injil Yohanes, \u201cperjamuan khusus\u201d tampaknya diberi konteks \u201cperjamuan 5.000 orang\u201d di atas gunung (Yoh. 6:1-15).<\/p>\n<p>Di Injil-injil sinoptik, \u201cperjamuan khusus\u201d itu dibuatkan konteks yang berbeda, yaitu perjamuan malam terakhir (Mrk. 14:22-25; Mat. 26:26-29; Luk. 22:15-20).<\/p>\n<p>Sebaliknya, tidak ada \u201cperjamuan khusus\u201d dalam perjamuan malam terakhir di Injil Yohanes; yang ada adalah pencucian kaki para murid (Yoh. 13:1-17).<\/p>\n<p>Sekalipun Yesus berbicara panjang-lebar sampai 5 pasal di perjamuan malam terakhir itu (Yoh. 13-17), tidak ada satu pun ucapan Yesus mengenai \u201croti dan anggur\u201d seperti di Injil-injil sinoptik.<\/p>\n<p>Jadi, dalam hal ini, \u201cdaging dan darah\u201d dalam konteks \u201cPerjamuan 5.000 orang\u201d di Injil Yohanes dapat disejajarkan dengan \u201croti dan anggur\u201d atau \u201ctubuh dan darah\u201d dalam konteks \u201cPerjamuan Malam Terakhir\u201d (the Last Supper) di Injil-injil sinoptik.<\/p>\n<p>Selain itu, sekalipun sama dalam hal \u201cdarah\u201d (Yun. haima), Yohanes lebih suka memakai kata Yunani \u201csarx\u201d (daging\u201d) ketimbang kata \u201csoma\u201d (tubuh) seperti yang dipakai para penulis Injil sinoptik.<\/p>\n<p>Satu kesamaan di antara mereka: konteks waktunya adalah di sekitar Paskah (Yahudi).<\/p>\n<p>Baik \u201cperjamuan malam terakhir\u201d versi Injil sinoptik maupun \u201cperjamuan 5.000 orang\u201d versi Injil Yohanes sama-sama di-setting di sekitar Paskah (Yoh. 6:4).<\/p>\n<p>Tampaknya ada kesepakatan di jemaat awal atau jemaat PB untuk mengganti Perjamuan Paskah Yahudi dengan perjamuan khusus dengan \u201croti dan anggur\u201d yang merujuk pada kematian Yesus yang bersifat menyelamatkan (sacrificial death, redemptive death, salvific death).<\/p>\n<p>Hal itu tampaknya sudah terjadi di jemaat sebelum Paulus (1Kor. 11:23-26).<\/p>\n<p>Ritual perjamuan khusus itu kemudian berkembang menjadi sakramen \u201cPerjamuan Kudus\u201d seperti yang dilakukan gereja saat ini.<\/p>\n<p>Jadi, metafora \u201cdaging dan darah Yesus\u201d yang merujuk ke \u201cperjamuan khusus\u201d itu dapat dimaknai sebagai pengurbanan Yesus demi keselamatan dunia.<\/p>\n<p>*F.2. Metafora Anak Domba Paskah*<\/p>\n<p>Metafora \u201cdaging dan darah\u201d itu tampaknya juga merujuk ke anak domba Paskah (Eksodus pertama).<\/p>\n<p>Setting \u201cmenjelang Paskah\u201d (ay. 4) untuk Yohanes pasal 6 ini tampaknya disengaja Yohanes agar pembacanya berimajinasi atau teringat pada malam Eksodus bangsa Israel dari Mesir.<\/p>\n<p>Pada malam Eksodus itu, anak domba Paskah disembelih oleh bangsa Israel agar dagingnya bisa dimakan dan darahnya bisa dioleskan pada ambang atas pintu dan kedua tiang pintu supaya mereka luput dari tulah terakhir atas Mesir (Kel. 12).<\/p>\n<p>12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.<br \/>\n12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.<br \/>\n12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.<br \/>\n12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.<\/p>\n<p>12:23 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.<\/p>\n<p>Sebagaimana tampak dalam konteks \u201caslinya\u201d, yaitu Keluaran 12, penyembelihan anak domba itu tampaknya lebih bermakna \u201cpengorbanan\u201d (beda dengan \u201cpengurbanan\u201d), yaitu anak domba itu dikorbankan (dibunuh) agar darahnya bisa dipakai untuk meluputkan orang Israel dari tulah Allah atas Mesir.<\/p>\n<p>Tidak ada makna ritual dalam penyembelihan anak domba itu sebab darahnya hanya berfungsi sekadar penanda: ini rumah orang Israel dan bukan rumah orang Mesir.<\/p>\n<p>Darah anak domba itu tidak menebus apa-apa atau siapa-siapa.<br \/>\nIa sekadar penanda.<\/p>\n<p>Anak domba Paskah itu tidak disembelih sebagai kurban penghapus dosa atau kurban penghapus salah seperti yang diatur dalam hukum Taurat, misalnya di Imamat 4:1-5:13 dan Imamat 5:14-6:7.<\/p>\n<p>Nah, sehubungan dengan Eksodus kedua bagi Israel baru, Yesus adalah Anak Domba Allah (Yoh. 1:29, 36) yang mati disalibkan pada hari Paskah Yahudi sebagaimana anak domba Paskah (Yoh. 18:28, 39; 19:14).<\/p>\n<p>Sebagaimana anak domba Paskah, tulang-tulang Yesus juga tidak dipatahkan (Yoh. 19:32-36).<\/p>\n<p>Namun, berbeda dari konteks \u201caslinya\u201d di Keluaran 12 itu, kematian Anak Domba Allah ini tampaknya dikaitkan dengan \u201cdosa\u201d seperti terungkap di Yohanes 1:29.<\/p>\n<p>1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: &#8220;Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.<\/p>\n<p>(NRSV) The next day he saw Jesus coming toward him and declared, &#8220;Here is the Lamb of God who takes away the sin of the world!<\/p>\n<p>Anak Domba Allah itu \u201cmenghapus dosa\u201d (LAI) atau \u201ctakes away the sin\u201d (NRSV).<\/p>\n<p>Dalam kaitannya dengan dosa manusia, kematian Anak Domba Allah itu tampaknya bukan sekadar \u201ckorban\u201d, melainkan \u201ckurban\u201d.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, jika dibandingkan dengan konteks aslinya, ada perubahan pemaknaan dari \u201ckorban\u201d menjadi \u201ckurban\u201d.<\/p>\n<p>Hanya saja, dalam konteks Yohanes 6, metafora \u201cAnak Domba Allah\u201d atau \u201cAnak Domba Paskah\u201d ini tampaknya sudah tercampur dengan ritual \u201cperjamuan khusus\u201d sehingga dagingnya untuk dimakan dan darahnya untuk diminum supaya orang dapat mengalami kehidupan kekal dan abadi (ay. 53-54).<\/p>\n<p>Artinya, di sini perihal kehidupan kekal dan abadi lebih ditekankan ketimbang perihal dosa dan penghapusan dosa.<\/p>\n<p>Tidak ada kata \u201cdosa\u201d dan \u201cpenghapusan dosa\u201d di Yohanes 6 ini, sedangkan perihal \u201ckehidupan kekal dan abadi\u201d sering diulang di sejumlah ayat.<\/p>\n<p>*G. Kronologi Keselamatan*<\/p>\n<p>6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.<br \/>\n6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.<br \/>\n6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.<br \/>\n6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.<br \/>\n6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.<\/p>\n<p>Yohanes tampaknya memiliki semacam konsep tentang \u201ckronologi keselamatan\u201d.<\/p>\n<p>Pertama-tama, ada Yesus yang diutus Allah, Bapa-Nya, sebagai Roti Kehidupan, sebagai Anak Domba Paskah, yang daging dan darah-Nya dapat memberikan kehidupan kekal dan abadi.<\/p>\n<p>Kedua, kehidupan kekal dan abadi dapat dialami hanya jika orang memakan \u201cdaging dan darah\u201d Yesus.<\/p>\n<p>Artinya, orang harus \u201cdatang dan percaya\u201d (6:35) atau \u201cmelihat dan percaya\u201d (6:40) kepada Yesus.<\/p>\n<p>Selanjutnya, metafora \u201cmemakan daging dan meminum darah Yesus\u201d memberi gambaran yang lebih kuat mengenai langsung menyatunya makanan itu dengan orang yang memakannya sehingga \u201cia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia\u201d (6:56).<\/p>\n<p>Jadi, kehidupan kekal itu terjadi langsung pada saat orang \u201cmemakan daging dan meminum darah Yesus\u201d, yang artinya pada saat orang percaya kepada Yesus (bnd. Yoh. 17:3).<\/p>\n<p>Sekadar catatan mengenai metafora:<br \/>\ngambaran metaforis \u201cmemakan daging dan meminum darah Yesus\u201d itu cukup dibayangkan atau diimajinasikan saja dan tidak perlu sampai dibuatkan dogma mengenai perubahan wujud \u201cdaging dan darah\u201d itu menjadi tubuh Yesus beneran.<\/p>\n<p>Metafora adalah bahasa gambaran dan biarlah gambarnya tetap menjadi gambar.<\/p>\n<p>Kalau pembaca merasa ngeri atau tidak nyaman dengan metafora itu, silakan skip atau ganti dengan metafora yang terasa lebih cocok di hati, misalnya, \u201cmemakan Roti Kehidupan\u201d atau metafora kontekstual \u201cmemakan Nasi Kehidupan\u201d.<\/p>\n<p>Namun, risikonya atau konsekuensinya adalah pembaca akan kehilangan gambaran alkitabiah yang ingin diungkapkan melalui metafora religius yang di-skip itu.<\/p>\n<p>*H. Catatan tentang ungkapan \u201ckehidupan kekal dan abadi\u201d*<\/p>\n<p>Sy sengaja memakai ungkapan \u201ckehidupan kekal dan abadi\u201d.<\/p>\n<p>Dengan istilah \u201ckekal\u201d, sy ingin menekankan kualitas kehidupan yang dialami oleh orang yang percaya dan bersekutu dengan Yesus sebagaimana tampak di Yohanes 6:53, 54, 56, 57 (juga di bagian sebelumnya: 6:33, 40, 45-47).<\/p>\n<p>Dengan istilah \u201cabadi\u201d, sy ingin menekankan kuantitas (lamanya) kehidupan yang dialami oleh orang yang percaya dan bersekutu dengan Yesus sebagaimana tampak di Yohanes 6:54 (juga di bagian sebelumnya: 6:35, 39, 44, 50-51).<\/p>\n<p>Dengan kata lain, Yohanes tampaknya memiliki dua konsep tentang keselamatan:<br \/>\n&#8211; keselamatan di masa kini (kualitas kehidupan dalam persekutuan dengan Yesus dan Allah) dan<br \/>\n&#8211; keselamatan di Akhir Zaman (hidup abadi pada saat Kebangkitan orang mati di Akhir Zaman).<\/p>\n<p>*I. Penutup*<\/p>\n<p>Berbeda dari metafora \u201croti dan daging\u201d di Yohanes 6:41-51, metafora \u201cdaging dan darah\u201d di Yohanes 6:52-58 tampaknya lebih merujuk ke Paskah Eksodus pertama sekaligus ke ritual \u201cperjamuan khusus\u201d untuk menghayati kematian Anak Domba Allah.<\/p>\n<p>Anak Domba Allah itu memberikan \u201cdaging dan darah\u201d-Nya untuk dimakan dan diminum agar orang yang memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya dapat mengalami kehidupan kekal dan abadi.<\/p>\n<p>Anugerah Allah di dalam diri Anak Domba Paskah-Nya harus ditanggapi dengan iman supaya orang dapat mengalami persekutuan dengan Yesus dan Allah dalam kehidupan kekalnya saat ini dan supaya ia dibangkitkan dalam kehidupan abadi di Akhir Zaman.<\/p>\n<p>Jkt, Agustus 2024<br \/>\nAAS<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh AAS. 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.&#8221; 6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: &#8220;Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.&#8221; 6:53 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[79],"tags":[80],"class_list":["post-2228","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ulasan-rcl","tag-rcl"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2228","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2228"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2229,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2228\/revisions\/2229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}