{"id":2121,"date":"2024-08-10T13:42:11","date_gmt":"2024-08-10T05:42:11","guid":{"rendered":"https:\/\/thehopemessage.com\/?p=2121"},"modified":"2024-08-10T13:42:12","modified_gmt":"2024-08-10T05:42:12","slug":"ulasan-bahan-khotbah-rcl-yohanes-61-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/2024\/08\/10\/ulasan-bahan-khotbah-rcl-yohanes-61-21\/","title":{"rendered":"Ulasan Bahan Khotbah RCL: Yohanes 6:1-21"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Ditulis oleh: AAS (Dimuat seizin penulis).<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>6:1 Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.<br>6:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.<br>6:3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.<br>6:4 Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.<br>6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: &#8220;Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?&#8221;<br>6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.<br>6:7 Jawab Filipus kepada-Nya: &#8220;Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.&#8221;<br>6:8 Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:<br>6:9 &#8220;Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?&#8221;<br>6:10 Kata Yesus: &#8220;Suruhlah orang-orang itu duduk.&#8221; Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.<br>6:11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.<br>6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: &#8220;Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.&#8221;<br>6:13 Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.<br>6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: &#8220;Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.&#8221;<br>6:15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.<\/p>\n\n\n\n<p>6:16 Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu<br>6:17 dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,<br>6:18 sedang laut bergelora karena angin kencang.<br>6:19 Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.<br>6:20 Tetapi Ia berkata kepada mereka: &#8220;Aku ini, jangan takut!&#8221;<br>6:21 Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.<\/p>\n\n\n\n<p>A. Konteks<\/p>\n\n\n\n<p>Bahan khotbah RCL Yohanes 6:1-21 terdiri dari dua perikop:<br>Yohanes 6:1-15 \u201cYesus memberi makan lima ribu orang\u201d<br>Yohanes 6:16-21 \u201cYesus berjalan di atas air\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya adalah cerita mukjizat kuasa Yesus atas alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Konteks terdekatnya tampaknya keseluruhan pasal 6.<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 6:22-24 \u201cOrang banyak mencari Yesus\u201d<br>Yohanes 6:25-59 \u201cYesus adalah Roti kehidupan\u201d<br>Yohanes 6:60-66 \u201cBanyak murid mengundurkan diri\u201d<br>Yohanes 6:67-71 \u201cPengakuan Petrus\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, di satu sisi, kedua perikop cerita mukjizat di awal pasal 6 itu memang bisa dimaknai pada dirinya masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, di sisi lain, pemaknaannya yang lebih \u201clengkap\u201d tampaknya baru dapat dilakukan dengan mengikutsertakan perikop-perikop sesudahnya yang akan mencapai klimaksnya pada perikop \u201cPengakuan Petrus\u201d (6:67-71).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks pasal 6, kedua perikop awal itu seakan-akan berfungsi sebagai bahan refleksi bagi perikop-perikop selanjutnya, yaitu bahan refleksi teologis mengenai siapa Yesus yang sesungguhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>B. Keunikan Yohanes 6<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes pasal 6 itu dapat dikatakan \u201cunik\u201d karena sangat mirip dengan Injil-injil sinoptik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dibanding pasal-pasal lainnya di Injil Yohanes, urutan cerita di pasal 6 itu yang paling mirip dengan urutan cerita di Injil-injil sinoptik, misalnya, dengan Injil Markus yang menjadi sumber untuk kedua Injil sinoptik lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini kemiripan urutan ceritanya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>\u201cYesus memberi makan lima ribu orang\u201d &#8211; Yohanes 6:1-15\/\/Markus 6:30-442. \u201cYesus berjalan di atas air\u201d &#8211; Yohanes 6:16-21\/\/Markus 6:45-54<\/li>\n\n\n\n<li>\u201cPermintaan suatu tanda\u201d &#8211; Yohanes 6:25-34\/\/Markus 8:11-13<\/li>\n\n\n\n<li>\u201cPengajaran tentang roti\u201d &#8211; Yohanes 6:35-59\/\/Markus 8:14-21<\/li>\n\n\n\n<li>\u201cPengakuan Petrus\u201d &#8211; Yohanes 6:67-71\/\/Markus 8:27-30<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Sekalipun urutan ceritanya mirip, isi cerita atau teologinya berbeda karena kedua penulis Injil itu memang bukan sedang menulis laporan historis jurnalistik, melainkan sedang menulis kesaksian iman mereka masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenai kemiripan urutan di pasal 6 Injil Yohanes itu padahal penulisnya tidak menggunakan Injil Markus sebagai sumber tulisannya, si penulis tampaknya memiliki \u201cbahan tradisional\u201d yang sama dengan \u201cbahan tradisional\u201d yang dimiliki penulis Injil Markus.<\/p>\n\n\n\n<p>C. Cerita mukjizat ala Yohanes<\/p>\n\n\n\n<p>Secara keseluruhan, Injil Yohanes \u201chanya\u201d memiliki tujuh cerita mukjizat.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, sekalipun hanya ada tujuh, ketujuhnya meliputi setengah dari Injil Yohanes (psl. 2-11).<\/p>\n\n\n\n<p>Perinciannya sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>\u201cYesus mengubah air biasa menjadi air anggur di pesta perkawinan Kana\u201d (Yoh. 2:1-11)<\/li>\n\n\n\n<li>\u201cYesus menyembuhkan anak pegawai istana\u201d (Yoh. 4:46-54)<\/li>\n\n\n\n<li>\u201cYesus menyembuhkan orang lumpuh di kolam Betesda pada hari Sabat\u201d (Yoh. 5:1-18)<\/li>\n\n\n\n<li>\u201cYesus memberi makan lima ribu orang\u201d (Yoh. 6:1-15)5. \u201cYesus berjalan di atas air\u201d (Yoh. 6:16-21)<\/li>\n\n\n\n<li>\u201cYesus menyembuhkan orang yang buta sejak lahir\u201d (Yoh. 9:1-12)<\/li>\n\n\n\n<li>\u201cYesus membangkitkan Lazarus\u201d (11:1-44)<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Bahan khotbah RCL Yohanes 6:1-21 adalah dua cerita mukjizat yang ke-4 dan ke-5.<br>Kedua mukjizat itu dapat dikategorikan sebagai mukjizat atas alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dari teologi mukjizat Markus yang sering kali menuntut adanya iman dari pihak yang mengharapkan mukjizat itu terjadi, teologi mukjizat Yohanes tidak demikian.<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes menggunakan istilah khusus untuk mukjizat Yesus, yaitu \u201ctanda\u201d (Yun. semeion, semeia).<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, dalam teologi mukjizat Yohanes, mukjizat Yesus itu adalah \u201ctanda\u201d (signs) yang merujuk ke diri Yesus atau yang menyingkapkan siapa Yesus sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus memberikan \u201ctanda\u201d (mukjizat) itu supaya orang mengenal siapa diri-Nya dan menjadi percaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, berbeda dari teologi Markus (iman dulu, baru mukjizat), teologi Yohanes: mukjizat dulu, baru iman.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu dinyatakan secara eksplisit di Yohanes 20:31.<\/p>\n\n\n\n<p>20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,<br>20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan Yohanes 20:30-31 dan tujuh cerita mukjizat (terpilih) di Injil Yohanes, penulis Injil Yohanes diduga memiliki sumber tertulis (kitab) yang berisi kumpulan cerita-cerita mukjizat Yesus.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kumpulan cerita mukjizat di Markus 4:35-5:43, ada empat kategori mukjizat kuasa Yesus,<br>yaitu: mukjizat atas alam, mukjizat pengusiran setan, mukjizat penyembuhan penyakit, dan mukjizat kebangkitan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari empat kategori mukjizat itu, satu-satunya kategori yang tidak ada di Injil Yohanes adalah mukjizat pengusiran setan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada cerita tentang Yesus mengusir roh jahat atau setan di Injil Yohanes.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, dari segi pengajaran, Yesus versi Yohanes tidak mengajarkan perumpamaan \u201cKerajaan Allah\u201d seperti di Injil-injil sinoptik, dan dari segi tindakan, Yesus versi Yohanes tidak melakukan pengusiran setan (exorcisms).<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah itu berarti Yohanes tidak punya konsep tentang kerasukan roh jahat atau setan?<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak dapat disimpulkan demikian sebab tuduhan bahwa Yesus gila dan kerasukan setan seperti yang dimuat di Markus 3:21-22 juga ada di Yohanes 10:20.<\/p>\n\n\n\n<p>Juga ada cerita tentang Yudas yang kerasukan Iblis di Yohanes 13:27.<\/p>\n\n\n\n<p>D. Ego eimi<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus versi Yohanes suka menyebut diri-Nya sendiri dengan frasa \u201cego eimi\u201d (Yun.) yang sering diterjemahkan menjadi \u201cI am\u201d (Ing.) dan \u201cAku adalah\u201d atau \u201cAku ada\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Frasa itu tampaknya merujuk ke ungkapan diri Allah di Perjanjian Lama, misalnya di Keluaran 3:14.<\/p>\n\n\n\n<p>(TB1)<br>3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: &#8220;Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? &#8212; apakah yang harus kujawab kepada mereka?&#8221;<br>3:14 Firman Allah kepada Musa: &#8220;AKU ADALAH AKU.&#8221; Lagi firman-Nya: &#8220;Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>(BIS)<br>3:14 Kata Allah, &#8220;Aku adalah AKU ADA. Inilah yang harus kaukatakan kepada bangsa Israel, Dia yang disebut AKU ADA, sudah mengutus saya kepada kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Yohanes 6:20 yang menjadi bahan khotbah RCL, frasa itu juga muncul.<\/p>\n\n\n\n<p>6:19 Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.<br>6:20 Tetapi Ia berkata kepada mereka: &#8220;Aku ini, jangan takut!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>TB2: Namun, Ia berkata kepada mereka, \u201cIni Aku, jangan takut!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Frasa \u201cAku ini\u201d (TB1) atau \u201cini Aku\u201d (TB2) diterjemahkan LAI dari \u201cego eimi\u201d (Yun.).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain ungkapan \u201cego eimi\u201d yang berdiri sendiri seperti di Yohanes 6:20 itu, Yohanes juga suka memperluasnya dengan tambahan berbagai metafora untuk mengungkapkan (siapa) diri Yesus.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya:<br>\u201cAku adalah (ego eimi) roti kehidupan\u201d (6:35).<br>\u201cAku adalah (ego eimi) terang dunia\u201d (8:12).<br>\u201cAku adalah (ego eimi) pintu\u201d (10:7, 9).<br>\u201cAku adalah (ego eimi) gembala yang baik\u201d (10:11).<br>\u201cAku adalah (ego eimi) kebangkitan dan kehidupan\u201d (11:25).<br>\u201cAku adalah (ego eimi) jalan dan kebenaran dan kehidupan\u201d (14:6).<br>\u201cAku adalah (ego eimi) pokok anggur yang benar\u201d (15:1).<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui penggunaan \u201cego eimi\u201d secara khas itu, Yohanes tampaknya ingin mengatakan bahwa Yesus adalah Allah yang menyatakan diri-Nya kepada dunia atau Yesus adalah penyataan diri Allah (revelation).<\/p>\n\n\n\n<p>E. Tafsir Yohanes 6:1-15<\/p>\n\n\n\n<p>Sekalipun sepintas lalu cerita mukjizat \u201cYesus memberi makan 5.000 orang\u201d di Injil Yohanes itu sama dengan cerita mukjizat yang diberi judul sama di Injil-injil sinoptik (Mrk. 6:30-44 dan paralelnya), perincian cerita dan teologinya berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>E.1. Setting tempat: Danau Tiberias dan gunung<\/p>\n\n\n\n<p>Di Injil Markus, setting tempat untuk mukjizat pelipat-gandaan roti dan ikan itu adalah \u201ctempat yang sunyi\u201d (TB1) atau \u201cterpencil\u201d (TB2) karena pada waktu itu Yesus dan para murid sebenarnya ingin mencari kesempatan untuk beristirahat (6:31-32).<\/p>\n\n\n\n<p>Pemberian makan 5.000 orang di Injil Markus lebih terkesan sebagai suatu hal yang \u201cspontan\u201d karena mukjizat itu terjadi dalam kaitannya dengan belas kasihan Yesus (6:34).<\/p>\n\n\n\n<p>Di Injil Yohanes, setting tempatnya pertama-tama adalah Danau Tiberias (6:1).<\/p>\n\n\n\n<p>Danau Tiberias adalah nama lain dari Danau Galilea berdasarkan tepi baratnya yang berdekatan dengan kota Tiberias.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, mukjizat pelipat-gandaan roti dan ikan itu terjadi di dekat kota Tiberias (bnd. 6:23).<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa Tiberias?<\/p>\n\n\n\n<p>Di seluruh PB, nama \u201cTiberias\u201d itu hanya muncul di Injil Yohanes (6:1, 23; 21:1).<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, kota atau tepi danau Tiberias tampaknya hanya disukai oleh (para) penulis Injil Yohanes.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedemikian disukainya kota atau tepi danau Tiberias itu sehingga sesudah kebangkitan-Nya, Yesus diceritakan menampakkan diri di pantai Danau Tiberias (21:1).<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, di dunia nyata, para penulis Injil Yohanes tampaknya memiliki hubungan sosial-historis dengan kota atau tepi danau Tiberias itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah jawaban untuk pertanyaan \u201cmengapa Tiberias?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Setting tempat kedua yang mungkin lebih bermakna teologis adalah \u201cgunung\u201d atau lebih tepatnya \u201cdi atas gunung\u201d (6:3).<\/p>\n\n\n\n<p>6:3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tokoh Yesus yang naik ke atas gunung itu tampaknya merujuk ke tokoh Musa yang naik ke atas gunung.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, berbeda dari Musa yang naik untuk mewakili umat Israel di hadapan Allah, Yesus tampaknya naik untuk mewakili Allah di hadapan umat Israel.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus adalah Musa baru bagi umat Israel yang baru sekaligus Yesus adalah penyataan Allah yang baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, mengapa Yesus duduk (6:3)?<\/p>\n\n\n\n<p>Tampaknya Yohanes ingin mengatakan bahwa mukjizat pemberian makan 5.000 orang adalah sebuah perjamuan makan dan perjamuan itu diselenggarakan oleh Yesus sendiri dengan sengaja, bukan dengan spontan karena belas kasihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perjamuan makan atau \u201cperjamuan Tuhan\u201d versi Yohanes itu bukan terjadi di akhir Injil seperti versi Injil-injil sinoptik, melainkan terjadi di awal Injil.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPerjamuan Tuhan\u201d versi Yohanes itu bukan terjadi di sebuah ruangan tertutup di Yerusalem, melainkan di sebuah ruang terbuka di atas gunung, dekat Tiberias.<\/p>\n\n\n\n<p>Ucapan Yesus mengenai \u201cmakan daging dan minum darah-Nya\u201d yang mirip dengan ucapan Yesus di perjamuan malam terakhir versi Injil-injil sinoptik ditempatkan Yohanes di pasal 6 sebagai refleksi atas mukjizat pemberian makan 5.000 orang itu (6:51-58).<\/p>\n\n\n\n<p>Sehubungan dengan itu, perjamuan makan terakhir versi Yohanes adalah pembasuhan kaki para murid, bukan \u201cperjamuan Tuhan\u201d atau \u201cperjamuan kudus\u201d dengan pemecahan roti dan pemberian air anggur ala Injil-injil sinoptis (Yoh. 13:1-20; Mrk. 14:12-25).<\/p>\n\n\n\n<p>E.2. Setting waktu: menjelang Paskah<\/p>\n\n\n\n<p>6:4 Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.<\/p>\n\n\n\n<p>Tampaknya ada dua alasan mengapa setting waktunya \u201csudah dekat Paskah\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, Yohanes ingin mengangkat tema \u201cPaskah\u201d di pasal 6 ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes ingin mengganti \u201cPaskah orang Yahudi\u201d itu dengan \u201cPaskah Yesus\u201d atau \u201cEksodus kedua\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Paskah Yesus atau Eksodus kedua ini, Yesus sendiri yang menjadi \u201cAnak Domba Allah\u201d yang menghapus dosa dunia (1:29).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam \u201cPaskah Yesus\u201d, bukan Yerusalem dan Bait Allah yang menjadi pusat ibadah, melainkan diri Yesus sendiri yang adalah Bait Allah yang baru (2:21).<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin itu juga sebabnya Yohanes sampai dua kali mengatakan \u201corang banyak berbondong-bondong mengikuti Yesus\u201d dan \u201corang banyak berbondong-bondong datang kepada Yesus\u201d (6:2, 5).<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, sekalipun sudah dekat Paskah, orang banyak itu tidak berbondong-bondong ke Yerusalem dan Bait Allah, tetapi mereka justru berbondong-bondong ke Yesus.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, Yohanes tampaknya ingin menghubungkan tema \u201cPaskah Yahudi\u201d dan tema \u201cperjamuan Tuhan\u201d (Kristen).<\/p>\n\n\n\n<p>Sehubungan dengan maksud itu, metafora \u201croti\u201d kemudian diubah atau disatukan dengan metafora \u201cdaging dan darah\u201d Yesus (6:51-58).<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, dalam \u201cperjamuan Tuhan\u201d (Kristen), umat menghayati kematian atau pengurbanan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang dibantai pada hari Paskah (Eksodus kedua) dengan \u201cmakan daging dan minum darah\u201d-Nya atau dengan \u201cmenyatu\u201d dengan Yesus.<\/p>\n\n\n\n<p>Akibat dari kesatuan dengan Yesus itu adalah umat mengalami kehidupan kekal pada masa kini dan akan dibangkitkan pada Akhir Zaman.<\/p>\n\n\n\n<p>6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.<br>6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.<br>6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.<\/p>\n\n\n\n<p>E.3. Perjamuan Tuhan ala Nabi Elisa<\/p>\n\n\n\n<p>E.3.1. Perjamuan Tuhan<\/p>\n\n\n\n<p>Selain gestur \u201cduduk\u201d dari Yesus dan para murid-Nya (6:3), para tamu juga diperintahkan untuk duduk.<\/p>\n\n\n\n<p>6:10 Kata Yesus: &#8220;Suruhlah orang-orang itu duduk.&#8221; Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika semua orang duduk dan makan, lengkaplah sudah gambaran sebuah perjamuan makan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menegaskan bahwa perjamuan makan itu diselenggarakan khusus oleh Yesus sendiri, Yohanes menyingkirkan peran para murid Yesus dalam membagi-bagikan roti jelai dan ikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus sendiri yang membagikan roti jelai dan ikan itu kepada lebih 5.000 orang tamu-Nya(!).<\/p>\n\n\n\n<p>6:10 Kata Yesus: &#8220;Suruhlah orang-orang itu duduk.&#8221; Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.<br>6:11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.<br>6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: &#8220;Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.&#8221;<br>6:13 Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, peran para murid hanyalah mengumpulkan sisa makanan.<\/p>\n\n\n\n<p>E.3.2. Ala Nabi Elisa<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sejumlah perbedaan cerita mukjizat \u201cPemberian makan 5.000 orang\u201d di antara Injil Yohanes dan Injil-injil sinoptik, ada dua perbedaan yang tampaknya tidak dapat diabaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, kehadiran seorang anak laki-laki yang mempunyai 5 roti jelai dan 2 ikan (6:9).<br>Kedua, penyebutan jenis roti: roti jelai (6:9, 13).<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya tampaknya merujuk ke Nabi Elisa.<\/p>\n\n\n\n<p>Nabi Elisa pernah membangkitkan seorang anak laki-laki dan melipat-gandakan 20 roti jelai untuk memberi makan 100 orang (2Raj. 4:8-37; 4:42-44 &#8211;satu-satunya cerita mukjizat pelipat-gandaan roti di Alkitab Ibrani (PL).<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin itu juga sebabnya mengapa mukjizat penggandaan roti yang dilakukan Yesus itu telah menyadarkan orang Yahudi yang melihatnya bahwa Yesus adalah seorang nabi (6:14).<\/p>\n\n\n\n<p>6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: &#8220;Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Ungkapan \u201cnabi yang akan datang ke dalam dunia\u201d itu adalah ungkapan yang berkaitan dengan teologi Akhir Zaman (eskatologi).<\/p>\n\n\n\n<p>Orang Yahudi pada zaman itu meyakini bahwa pada Akhir Zaman Allah akan mengutus nabi-Nya secara khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>Tampaknya ada dua nabi yang dikaitkan dengan Akhir Zaman, yaitu Elia (Mal. 4:5) dan Musa (Ul. 18:15, 18; Kis. 3:22).<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk konteks Yohanes 6:1-15 ini, nabi yang lebih relevan tampaknya \u201cMusa\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu tersirat pada ayat terdekatnya, ayat 15.<\/p>\n\n\n\n<p>6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: &#8220;Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.&#8221;<br>6:15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Nabi yang bisa memimpin seperti raja adalah Musa.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, ketika orang banyak melihat mukjizat itu, mereka meyakini bahwa mereka telah melihat penggenapan janji Allah mengenai seorang nabi yang seperti Musa di Ulangan 18:15, 18.<\/p>\n\n\n\n<p>18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku [Musa], akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melihat penggenapan janji Allah itu, mereka pun ingin menjadikan Yesus sebagai raja mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, Yesus menolak untuk dijadikan raja duniawi sebab Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini (Yoh. 18:36).<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus lebih besar dari Musa sebab Yesus sendirilah roti-kehidupan yang turun dari Surga, sedangkan Musa hanya bisa memberikan manna dan mereka yang makan manna itu sudah mati semua (6:32-33, 49).<\/p>\n\n\n\n<p>Paskah, roti, dan Musa semuanya saling terkait sebagaimana disatukan dalam pasal 6 ini dan akan lebih dieksplisitkan dalam pengajaran Yesus tentang \u201cRoti kehidupan\u201d (6:25-59) yang masih berkaitan dengan episode \u201cPemberian makan 5.000 orang\u201d ini (6:1-15).<\/p>\n\n\n\n<p>F. Tafsiran Yohanes 6:16-21<\/p>\n\n\n\n<p>F.1. Yesus berjalan di atas laut bergelora<\/p>\n\n\n\n<p>Cerita mukjizat \u201cPemberian makan 5.000 orang\u201d (6:1-15) segera diikuti dengan cerita mukjizat \u201cYesus berjalan di atas air\u201d (6:16-21).<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai bangsa yang lebih banyak hidup di darat ketimbang di laut, bangsa Israel pada umumnya takut dan tidak suka pada laut, apalagi \u201claut yang bergelora\u201d (6:18).<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, dalam cerita mukjizat ini, bukan laut bergelora itu yang ditakuti para murid, melainkan Yesus yang berjalan di atas laut itu.<\/p>\n\n\n\n<p>6:16 Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu<br>6:17 dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,<br>6:18 sedang laut bergelora karena angin kencang.<br>6:19 Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa para murid takut?<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes tidak memberi penjelasan apapun dan pembaca dibiarkan berimajinasi sendiri: bayangkan Yesus yang mereka kenal sehari-hari ternyata sedang berjalan di atas air!<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes tidak mengatakan bahwa para murid itu takut karena mereka salah lihat seperti yang dikatakan penulis Markus (6:49-50).<\/p>\n\n\n\n<p>Markus 6:49-50<br>6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,<br>6:50 sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak, menurut Yohanes, para murid tidak salah lihat.<\/p>\n\n\n\n<p>Para murid takut justru karena mereka tidak salah lihat(!).<br>Yang mereka lihat justru Yesus dan bukan hantu!<\/p>\n\n\n\n<p>Sy kutipkan kembali ayat 19 itu, tetapi kali ini dengan terjemahan BIS.<\/p>\n\n\n\n<p>6:19 Sesudah berlayar kira-kira lima atau enam kilometer, mereka melihat Yesus datang ke perahu dengan berjalan di atas air. Mereka takut sekali.<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin untuk menekankan bahwa mereka benar-benar takut, penerjemah BIS menambahkan kata \u201csekali\u201d!<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan, Yesus yang mereka kenal sehari-hari ternyata bisa berjalan di atas air! Menakutkan sekali!<\/p>\n\n\n\n<p>F.2. Yesus yang berjalan di atas laut bergelora adalah Ego Eimi<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus menanggapi ketakutan para murid dengan mengatakan \u201cEgo eimi!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>6:20 Tetapi Ia berkata kepada mereka: &#8220;Aku ini [ego eimi], jangan takut!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Frasa khas Yohanes itu tampaknya merujuk ke ungkapan penyataan di Allah di PL, misalnya, di Keluaran 3:14.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Keluaran 3:14 itu, Allah menyatakan dirinya kepada Musa dengan mengatakan bahwa Ia adalah \u201cehyeh aser ehyeh\u201d (Ibr.) atau \u201cego eimi ho on\u201d (Yun.).<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan ungkapan \u201cego eimi\u201d di Yohanes 6:20 dan di banyak tempat lainnya, penulis Yohanes tampaknya ingin mengatakan bahwa Yesus adalah Allah yang menyatakan diri-Nya kepada dunia atau Yesus adalah penyataan diri Allah (revelation).<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui diri Yesus yang menyatakan diri Allah, orang dimungkinkan untuk melihat Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBarangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku\u201d (Yoh. 12:45; 14:9).<\/p>\n\n\n\n<p>Berhubung Yesus adalah Allah yang menyatakan diri-Nya kepada dunia, para murid yang menyadari penyataan diri Allah itu diharapkan berhenti untuk takut.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus berkuasa untuk melipat-gandakan roti jelai dan ikan serta Yesus berkuasa atas laut yang bergelora karena Ia adalah \u201cEgo eimi\u201d, Allah yang menyatakan diri kepada dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>G. Menyatukan dua perikop<\/p>\n\n\n\n<p>Di atas gunung dekat pantai Danau Tiberias, Yesus mengadakan perjamuan makan bagi orang-orang yang berbondong-bondong mengikuti-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara hari raya Paskah Yahudi sudah dekat, mereka tidak berbondong-bondong ke Yerusalem dan Bait Allah, tetapi berbondong-bondong kepada Yesus sebab Yesus adalah Bait Allah baru yang menggantikan Bait Allah lama dan \u201cperjamuan Tuhan\u201d menggantikan perjamuan Paskah Yahudi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya dengan kehadiran seorang anak laki-laki bersama 5 roti jelai dan 2 ikannya, Yesus dapat mengadakan perjamuan makan bagi lebih dari 5.000 orang karena Yesus bukan hanya seorang nabi seperti Elisa maupun Musa, melainkan Ia adalah \u201cEgo eimi\u201d, Allah yang menyatakan diri-Nya kepada dunia, bahwa Ia berkuasa atas alam, termasuk atas laut yang bergelora.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekalipun kuasa Yesus melampaui Musa dan raja mana pun, bahkan kuasa Yesus setara dengan Allah Bapa yang mengutus-Nya, Yesus menolak untuk dijadikan raja karena Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh: AAS (Dimuat seizin penulis). 6:1 Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.6:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.6:3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.6:4 Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.6:5 Ketika Yesus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1659,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[79],"tags":[80],"class_list":["post-2121","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ulasan-rcl","tag-rcl"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2121","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2121"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2121\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2123,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2121\/revisions\/2123"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2121"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2121"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2121"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}