{"id":1963,"date":"2020-01-10T17:19:19","date_gmt":"2020-01-10T09:19:19","guid":{"rendered":"http:\/\/thehopemessage.com\/?p=1963"},"modified":"2020-02-29T20:23:53","modified_gmt":"2020-02-29T12:23:53","slug":"tangga-di-atas-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/2020\/01\/10\/tangga-di-atas-bumi\/","title":{"rendered":"Tangga Menuju Sorga"},"content":{"rendered":"\n<p>Yakub meninggalkan Bersyeba\ndan berangkat ke Haran. Pada waktu matahari terbenam ia sampai di suatu tempat,\nlalu bermalam di situ. Ia berbaring hendak tidur; kepalanya berbantalkan sebuah\nbatu. Kemudian bermimpilah ia bahwa ia melihat sebuah tangga yang berdiri di\nbumi dan ujungnya mencapai langit dan malaikat-malaikat turun naik di tangga\nitu. Dan di sampingnya berdirilah TUHAN dan berkata, <em>&#8220;Akulah TUHAN, Allah yang dipuja Abraham dan Ishak. Aku akan\nmemberikan kepadamu dan kepada keturunanmu tanah tempat engkau berbaring ini. Keturunanmu\nakan sebanyak debu di bumi. Mereka akan memperluas wilayah mereka ke segala\narah, dan melalui engkau dan keturunanmu, Aku akan memberkati semua bangsa di\nbumi. Ingatlah, Aku akan menolong dan melindungimu, ke mana pun engkau pergi,\ndan Aku akan membawamu kembali ke negeri ini. Aku tak akan meninggalkan engkau\nsampai telah Kulakukan segala apa yang Kujanjikan kepadamu\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Yakub adalah orang rumahan.\nSepanjang masa hidupnya, ia aman dalam naungan dan&nbsp; penyediaan orangtuanya. Kini ia sendirian dan\nia (berpikir), ia hanya dapat mengandalkan dirinya sendiri.&nbsp; Perjalanan hidup untuk mandiri seringkali\ntidak mudah, dan perasaan kita seperti sendiri.&nbsp;\nPernah merasakan demikian? Masa depan tak pasti. Tanpa tahu persis apa\nyang ada di depan kita. Seringkali rasa ketidakpastian&nbsp; itu yang menyiksa kita. &nbsp;Dari sisi yang lain, rasa ketidakpastian itu\nsebetulnya bisa menjadi ladang yang subur bagi iman kita, karena&nbsp; iman itu berbuah di tengah ketidakpastian.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan yang memilih Yakub\nkarena anugerah tidak meninggalkan dia. Justru di titik terendahnya, Allah\nmenyapa Yakub, saat ia merasa seperti sendiri.&nbsp;\nDi atas batu yang keras, tempat ia membaringkan kepalanya, di situ Allah\nmenyatakan dirinya lewat mimpi.<\/p>\n\n\n\n<p>Wow! Sebuah tangga yang\nterbangun di atas bumi dan menuju ke sorga! Tangga itu ada di bumi, menyatakan\nbahwa sungguh Allah yang turun dan menyediakan jalan, bukan kita yang berusaha\nmelompat menuju sorga. Ribuan tahun yang lalu sebelumnya, nenek moyang Yakub\nberusaha dengan daya manusia membangun menara Babel untuk mencapai sorga, namun\ndi sini Allah menyatakan kepada Yakub bahwa Dia-lah yang membangun tangga di\natas bumi mencapai sorga.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan usaha manusia,\nsemata-mata anugerah dan karya Allah. Yakub berusaha merebut \u201cberkat Allah\u201d\ndengan usahanya sendiri, tetapi Allah dengan sabar dan menyibakkan tiap detil,\nbahwa berkat Allah tidak diperoleh oleh usaha manusia, tetapi diberikan karena\nanugerah. Bagian kita hanya untuk percaya dan menerima.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sampingnya, &nbsp;Yakub melihat Allah yang berfirman kepadanya,\u201d\nAkulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah\nIshak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada\nketurunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau\nakan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta\nketurunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku\nmenyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan\nAku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan\nmeninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah janji pemeliharaan ini\nuntuk kita juga yang sedang menghadapi ketidakpastian? <\/p>\n\n\n\n<p>Jawabannya, \u201cYa, ya dan ya!!\u201d.&nbsp; Penulis surat Ibrani, mengutip janji ini bagi\nkita, \u201cKarena Allah telah berfirman: &#8220;Aku sekali-kali tidak akan\nmembiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Yakub, penyataan ini adalah sesuatu yang&nbsp; sangat besar. Sepanjang hidupnya dia selalu merasakan hidup sebagai \u201corang yang tak terpilih\u201d, karena Ishak jelas-jelas hendak memilih Esau daripada Yakub. Di lubuk hatinya, dia masih merasa bersalah, dengan kelicikannya dia mengakali abangnya untuk merebut hak kesulungan dan menipu ayahnya sendiri untuk mencuri berkat kesulungan. Bagaimana mungkin Allah berkenan kepadanya?<\/p>\n\n\n\n<p>Namun Allah dengan jelas\nberfirman kepadanya, semua berkat yang Allah berikan adalah tanpa syarat. Semua\nkarena anugerah, oleh karena perjanjian Allah dengan Abraham.&nbsp; Perjanjian itu juga sama karena dasar\nanugerah, Allah menghormati perjanjian itu karena satu hal yang Abraham\nlakukan, yaitu karena Abraham percaya. Hanya percaya. Dan Allah memperhitungkan\nitu sebagai kebenaran.&nbsp; Demikian juga\nbagi kita, Allah menghormati perjanjian dengan kita yang digenapi pengorbanan\nKristus.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang terkadang mudah untuk\npercaya bahwa Allah memberkati kita,&nbsp; kalau\nkita merasa sudah melakukan&nbsp; sesuatu\nuntukNya. Kalau kita sudah memberikan banyak persembahan, kalau kita sudah\nmengorbankan sesuatu, rasanya \u201csreg\u201d kalau kita menerima sesuatu dari Allah.\nNaluri kita kayaknya turun temurun dari dulu, ketika manusia berusaha\nmengorbankan sesuatu untuk memperoleh sesuatu dari Allah.&nbsp; Malahan kadang lebih sulit untuk mempercayai\nkebaikan Allah yang tidak bersyarat dan sedikitpun tidak bergantung pada\nkebaikan kita. <\/p>\n\n\n\n<p>Wajar. Karena manusia\ndidesain untuk memiliki rasa keadilan, seperti halnya sifat Allah yang adil.\nMasalahnya, di dalam hukum Allah, dosa sedikit atau banyak, sama-sama membawa\nmaut. Orang baik sekali, dan baik sedikit, tetap tidak bisa memenuhi standar\nkebaikan Allah. Jalan satu-satunya agar adil, adalah bahwa ada sesuatu yang\nharus dikorbankan. Korban itu adalah Kristus, dengan demikian kita berharap\nsepenuhnya pada berkat dan kebaikan Allah, yang sedikitpun tidak bergantung\npada kesalehan dan pengorbanan kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Sepanjang hidup Yakub, Allah berusaha mengajarnya dengan sabar dan telaten bahwa Allah memberkatinya, menjaganya, memeliharanya, memilihnya, semata-mata hanya karena anugerah. Sama buat kita juga,  Allah terus menerus dengan sabar mengajar kita bahwa Dia baik, sungguh baik, amat baik dan tanpa syarat. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yakub meninggalkan Bersyeba dan berangkat ke Haran. Pada waktu matahari terbenam ia sampai di suatu tempat, lalu bermalam di situ. Ia berbaring hendak tidur; kepalanya berbantalkan sebuah batu. Kemudian bermimpilah ia bahwa ia melihat sebuah tangga yang berdiri di bumi dan ujungnya mencapai langit dan malaikat-malaikat turun naik di tangga itu. Dan di sampingnya berdirilah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[54],"tags":[],"class_list":["post-1963","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ngopi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1963"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1983,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1963\/revisions\/1983"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/thehopemessage.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}